Pada
satu kepercayaan yang kudapat entah darimana, aku duduk. Setengah gelisah.
Memutar otak sekeras mungkin untuk membuat banyak rencana. Setelah aku bertemu
dengannya, apa yang harus kukatakan? Topik apa yang pas untuk memulai
percakapan antara aku dan dia? Kemana kami harus pergi setelah ini? Kebun
Binatang? Ah, itu mungkin terlalu norak mengingat hewan-hewan di sana sama
sekali tidak senang ditonton. Entah perlakuan seperti apa yang mereka terima
dari petugas kebun binatang. Duh, mengapa aku jadi memikirkan hal ini?
Pantai?
Aku rasa itu tempat paling romantis yang bisa terpikirkan oleh sepasang
kekasih. Eh? Kekasih? Aku menggaruk kepala yang tak gatal. Aku tidak percaya
mengatakan hal sejenis “sepasang kekasih” dengan orang yang bahkan belum pernah
kutemui sebelumnya. Meskipun begitu, dia telah setuju untuk menjalin hubungan
denganku, jika kini aku menganggapnya adalah kekasihku boleh kan?
















