Biarkan aku bercerita padamu perihal mimpi-mimpi Angan `tuk bisa menyentuh bayang-bayang seujung jari Jangan bilang rindu tak pernah datang permisi Seringkali ia duduk bercengkrama di teras memori
Sejujur hujan yang menetes di pelataran pipi
Dan padamu, rinduku jatuh lagi
dengan suara hempasan paling lebam
Karena tiap kutilik bayang, yang kutemu hanya ketiadaanmu
Aku hidup dengan harapan bisa merengkuh hujan
Satu per satu menikmati bulirnya dalam pengasingan
Orang bilang, reminisensi menggedor pulang
di tiap-tiap butir bening yang turun menggelinjang