Saturday, 19 May 2018

[Cerita Pendek] Selekas Gerimis Setiba Hujan


“Minggir, Anak cacat! Kursi rodamu menghalangi jalan!”

Aku terkesiap. Bukan karena ia menyeruku dengan panggilan ‘anak cacat’, tapi karena rintik gerimis sempat membawa bayangku mengawang. Kutepikan kursi rodaku sedikit, tak acuh ketika gerimis hujan menyemai basah pada seragam putih abu-abuku. Arya melengos begitu mata kami sempat bertautan, ia melangkah cepat diikuti dua sahabat kental yang selalu mengikutinya kemana saja.

[Cerita Pendek] Jalan Surgaku


“Siapa namamu?” Akhirnya aku berhasil mengatakan satu kalimat itu padanya, setelah sekian lama kupendam dan menyiksaku dengan terus berkutat dalam benak. Satu kalimat tanya, sederhana sebenarnya, tapi begitu mengusik bermalam-malam sejak kami menjadi Regu Perwira dari kampus untuk membagikan zakat dan makanan sahur ke pelosok kota.

Aku menanti dengan dungu, ia tak juga membalas pertanyaanku. Ia terus sibuk mendata beberapa zakat untuk disalurkan ke desa selanjutnya. Lalu lalang orang di sekeliling semakin membuatku terlihat bodoh karena berdiri di tengah jalan. Hening. Tetap tak ada jawaban.

Friday, 18 May 2018

[Cerita Pendek Bahasa Jepang] (日本語で) - 悲しみをやさしさに


ラトナ・ジュウィタ


 「あなたが若い女の人と不倫していることを知っている!あなたを信じていたなんて私のバカ!」

 彼女は叫んで、周りにあるものを彼に投げた。

 「ちょっと待ってよ!僕が悪かった、ごめん!」

 彼は飛んできたいろいろなものを避けようとした。

 「嘘ばかり付いてる!もう、信じたくない!別れたほうがいい!」

Postingan Terbaru

2+5=7

Bel, mungkin di hari ini tepat 25 tahun lalu, langit sedang cerah, hujan batal turun, dan awan enggan bergumul. Sebab, hari itu ada suara ta...

Postingan Populer